Potensi dan Tantangan Penerapan e-Learning pada Perusahaan

Potensi dan Tantangan Penerapan e-Learning pada Perusahaan

Learn Frame.com sebuah situs yang mengkhususkan diri pada pembelajaran piranti lunak melalui metode e-learning mendefinisikan e-learning sebagi sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung proses Belajar-Mengajar dengan menggunakan media internet atau melalui jaringan komputer.  Sementara Pemerintah Negara Bagian North Carolina, Amerika Serikat dalam laman situs mereka yang memang secara khusus memfasilitasi pembelajaran melalui metode e-learning, mendefinisikan e-learning sebagai “Metode belajar yang menggunakan teknologi informasi untuk mengakses kurikulum pendidikan tidak di dalam kelas konvensional. Di banyak kasus e-learning mengarah pada lokakarya atau kursus yang relatif singkat atau program sertifikasi yang sepenuhnya dilakukan secara online.”


Dari dua definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa penerapan e-learning baik penerapan e-learning di sekolah-sekolah atau penerapan e-learning dalam perusahaan, sangat erat kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti tersedianya jaringan internet, atau dalam konteks pelaksanaan e-learning dalam perusahaan adalah ketersediaan jaringan

Perbandingan antara e-Learning dengan kelas koonvesional

Tabel.1 Perbandingan antara e-learning dengan Kelas konvensional.

Tentu seperti telah disebutkan di atas, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan e-learning dalam perusahaan, tantangan-tantangan tersebut antara lain:

komputer  yang reliable. Aspek infastruktur ini seringkali menjadi semacam tantangan dalam menerapkan e-learning dalam sebuah institusi.

Baik bagi perusahaan atau bagi pembelajar itu sendiri, banyak manfaat yang dapat dirasakan, baik dari aspek finansial maupun dari aspek kemudahan akses dalam proses belajar. Manfaat dari penerapan e-learning dalam perusahaan antara lain; Menghemat biaya pendidikan, karena secara langsung memangkas biaya untuk membangun sarana sekolah bahkan pembelian buku-buku pelajaran.

Data menunjukkan beberapa perusahaan seperti Aetna menghemat hingga $3 juta, atau perusahaan Hewlett Packard (HP) menghemat hingga $5,5 Juta serta Federal International Finance (FIF) menghemat hingga $1 juta, dibandingkan jika mereka menerapkan pembelajaran konvensional. Tentunya banyak pihak yang mencoba membandingkan antara pembelajaran di kelas secara konvensional dengan penerapan e-learning J.D Fletcher Study menyebutkan bahwa pembelajaran melalui metode e-learning secara signifikan meningktakan pemahaman dan penerapan materi ajar hingga 25% – 60 %  dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.

Manfaat lainnya dari penerapan e-learning adalah hemat waktu dan dapat dilakukan dimana saja (Anytime, Anywhere). Manfaat lainnya adalah dengan penerapan e-learning dapat menjangkau wilayah geografis yang hampir tidak memiliki batas, artinya seseorang yang sedang berada di pusat penelitian di Kutub Selatan sekalipun dapat tetap belajar, selama didukung  dengan keberadaan jaringan internet tentunya. Terakhir last but not least melalui penerapan e-learning sang pembelajar di saat yang bersamaan juga belajar untuk mandiri, belajar dengan kemauan sendiri dan menentukan waktu yang tepat baginya untuk belajar. Hal terakhir inilah yang sangat membedakan antara penerapan e-learning dengan proses belajar konvensional.

  • Infrastruktur (Jaringan Komputer dan sambungan internet)
  • Konten (Baik materi yang merupakan paduan antara ilmu pengetahuan yang berupa rangkaian pengalaman (Tacit Knowledge) dan ilmu Pengetahuan yang memang telah tertulis dan didokumentasikan). Belum lagi tantangan untuk menyajikan materi e-learning setidaknya menyerupai dengan proses belajar-mengajar di kelas konvensional.
  • Jaminan kualitas, artinya penyelenggara e-learning harus taat terhadap kaedah prosedur yang berlaku, dan juga sesuai dengan ketentuan legalitas yang dianut.
  • Faktor Manusia, artinya, perilaku dan budaya yang berlaku dalam masyarakat juga patut untuk diperhatikan sebagai tantangan. Contoh kasus Materi e-learning yang mungkin di belahan Amerika tidak bermasalah, mengundang perdebatan jika disajikan di sebagian negara Asia yang masih menjunjung tinggi nilai budaya.

 

Penerapan e-learning dalam perusahaan merupakan solusi yang tepat bagi perusahaan yang ingin terus berkembang, tanpa harus mengorbankan waktu untuk menjalani proses belajar yang menyita waktu relatif lebih lama. Memang terdapat banyak tantangan namun jika kita coba lihat manfaat dari penerapan e-learning maka sepertinya penerapan e-learning patut untuk diupayakan.

 

Pilihan rekanan dalam penerapan e-learning lah yang juga memegang kunci keberhasilan penerapan e-learning dalam perusahaan. Jalinlah kerjasama dengan institusi penyelenggara e-learning yang telah memiliki rekam jejak yang panjang dan tanpa cela. Hal ini dapat dilihat dengan memperhatikan dengan perusahaan apa saja lembaga tersebut telah menjalin kerjasama dan perhatikan apa review yang mereka berikan.

 

PPM e-Learning misalnya, sebagai penyelenggara pelatihan beragam kompetensi manajemen, telah terlebih dahulu dikenal sebagai Penyelenggara Pelatihan Manajemen Jarak Jauh (PMJJ) yang berbasis modul. Pengalaman mengembangkan PMJJ inilah yang kemudian diteruskan untuk meningkatkan jangkauan dengan metode e-Learning.

 

Selamat belajar!